Iklan
SCROLL TO CONTINUE
Mode Gelap
Breaking News Memuat berita...
Iklan

Gubernur Jabar Sampaikan Duka Cita, Pemprov Tanggung Biaya Perawatan dan Berikan Santunan Bagi Korban Kecelakaan Kereta Di Bekasi Timur

 
Jurnal rakyat Indonesia, Jawa Barat :
Gubernur Jawa Barat, Dedi Mulyadi, menyampaikan duka cita yang mendalam atas peristiwa kecelakaan yang terjadi antara Kereta Rel Listrik (KRL) Commuter Line dengan Kereta Api Argo Bromo Anggrek di wilayah Stasiun Bekasi Timur, pada Senin malam, 27 April 2026. Peristiwa yang menimbulkan korban jiwa dan sejumlah orang luka-luka ini mendapat perhatian serius dari Pemerintah Provinsi Jawa Barat.

Melalui unggahan video di akun Instagram pribadinya, Gubernur Dedi Mulyadi menyampaikan rasa belasungkawa kepada keluarga yang ditinggalkan serta harapan kesembuhan bagi seluruh korban yang sedang menjalani perawatan. Ia juga menegaskan bahwa pemerintah daerah akan mengambil langkah-langkah nyata untuk meringankan beban yang dialami oleh keluarga korban.

“Kami menyampaikan duka cita yang sedalam-dalamnya kepada keluarga yang kehilangan orang tercinta dalam peristiwa kecelakaan kereta di Bekasi Timur. Kepada mereka yang saat ini masih dalam perawatan, kami berdoa semoga segera diberikan kesembuhan dan kekuatan untuk pulih kembali,” ujar Dedi Mulyadi dalam keterangannya.

Sebagai bentuk kepedulian dan tanggung jawab pemerintah daerah, Gubernur memastikan bahwa seluruh biaya perawatan dan pengobatan bagi korban yang mengalami luka-luka akan ditanggung sepenuhnya oleh Pemerintah Provinsi Jawa Barat. Kebijakan ini diambil agar keluarga korban tidak perlu memikirkan masalah biaya kesehatan dan dapat memusatkan perhatian sepenuhnya pada proses pemulihan anggota keluarga mereka.

Selain menanggung biaya pengobatan, Pemprov Jawa Barat juga telah menyiapkan bantuan santunan bagi keluarga korban yang meninggal dunia. Setiap keluarga yang ditinggalkan akan menerima santunan sebesar Rp50 juta sebagai bentuk perhatian dan dukungan untuk meringankan beban biaya pemakaman serta kebutuhan lainnya yang timbul akibat peristiwa tersebut.

“Kami memastikan bahwa seluruh biaya perawatan korban yang dirawat di rumah sakit akan kami tanggung sepenuhnya. Bagi keluarga yang ditinggalkan, kami juga menyiapkan santunan sebesar Rp50 juta untuk setiap korban yang meninggal dunia. Semoga bantuan ini dapat sedikit banyak meringankan beban yang sedang Anda rasakan saat ini,” tambahnya.

Gubernur juga menyampaikan harapan agar proses penanganan dan penyelidikan penyebab kecelakaan dapat berjalan dengan baik dan transparan, sehingga seluruh pihak dapat mengetahui penyebab pasti terjadinya peristiwa ini dan langkah-langkah pencegahan yang tepat dapat diambil agar kejadian serupa tidak terulang kembali di masa mendatang.

Kebijakan yang diambil oleh Pemerintah Provinsi Jawa Barat ini mendapatkan tanggapan yang baik dari masyarakat, yang menilai bahwa langkah tersebut merupakan wujud nyata kehadiran pemerintah dalam memberikan perlindungan dan bantuan kepada warganya yang sedang mengalami musibah.
Baca Juga

PILIHAN EDITOR

Lebih baru Lebih lama

Formulir Kontak

Iklan