Jurnal Rakyat Indonesia, Bitung :Menjamin keamanan, keselamatan, dan kesehatan daging yang nantinya akan dikonsumsi masyarakat, Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian Kota Bitung melalui Kepala Bidang Peternakan dan Kesehatan Hewan, Fortinatus Sigandong, S.Pt., melakukan pemeriksaan ketat terhadap hewan kurban milik MTs Negeri 1 Bitung.
Sebelum dilakukannya penyembelihan, sebanyak enam ekor sapi yang akan dikurbankan oleh guru dan tenaga kependidikan madrasah tersebut telah diperiksa secara menyeluruh guna memastikan kondisi hewan dalam keadaan bersih, sehat, serta bebas dari penyakit berbahaya.
Dalam proses verifikasi tersebut, Fortinatus Sigandong menegaskan bahwa seluruh hewan yang akan dikurbankan telah memenuhi standar kelaikan. Hal ini juga didukung oleh hasil uji laboratorium kesehatan hewan dari Balai Besar Veteriner / Laboratorium Kesehatan Hewan Gorontalo, yang menyatakan bahwa keenam ekor sapi tersebut benar-benar sehat, memenuhi syarat teknis, dan aman untuk dipotong serta dikonsumsi.
“Kami turun langsung ke lokasi untuk memastikan satu per satu kondisi fisik, perilaku, hingga tanda-tanda klinis pada hewan kurban ini. Ini adalah bentuk tanggung jawab kami agar daging yang dibagikan ke masyarakat nantinya higienis, aman, dan menyehatkan. Berdasarkan pemeriksaan lapangan dan diperkuat hasil analisis dari laboratorium Keswan Gorontalo, kami menyatakan keenam ekor sapi ini dalam kondisi bersih, sehat, tidak terindikasi penyakit menular, dan sangat layak untuk dijadikan hewan kurban,” ujar Fortinatus Sigandong usai melakukan pengecekan.
Pemeriksaan ini merupakan bagian dari prosedur standar pelayanan dan pengawasan pemerintah daerah dalam rangka Hari Raya Idul Adha 1447 Hijriah. Langkah ini dilakukan untuk mencegah peredaran daging yang tidak sehat, sekaligus memberikan rasa tenang dan kepercayaan penuh bagi panitia, warga sekolah, maupun masyarakat yang akan menerima pembagian daging kurban nantinya.
Pihaknya juga mengapresiasi kepedulian dan ketelitian pengelola kegiatan di lingkungan MTs Negeri 1 Bitung yang secara kooperatif menyerahkan hewan ternak untuk diperiksa kesehatan sebelum disembelih, sebagai wujud kepatuhan terhadap aturan dan kepedulian terhadap kesehatan masyarakat luas.
Dengan status kelayakan yang telah dinyatakan resmi oleh dinas terkait, proses penyembelihan keenam ekor sapi pun kemudian dilanjutkan sesuai ketentuan syariat Islam dan ketentuan teknis kesehatan masyarakat yang berlaku.