Iklan
SCROLL TO CONTINUE
Mode Gelap
Breaking News Memuat berita...
Iklan

KRI Selar 879 Gercep Bantuan Kemanusiaan Kepulauan Sangihe Atas Pasca Gempa Bumi

Jurnal Rakyat Indonesia, Sangihe :Pasca guncangan gempa bumi yang melanda wilayah Kepulauan Sangihe dan Talaud pada awal Juni 2026, TNI Angkatan Laut melalui Komando Daerah Armada (Kodaeral) VIII Manado segera mengerahkan kekuatan untuk meringankan beban masyarakat. 

Kapal Perang Republik Indonesia (KRI) Selar-879, di bawah komando Satuan Patroli Bitung Kodaeral VIII, berhasil menjangkau tiga pulau terpencil yang paling terdampak: Pulau Kawio, Pulau Marore, dan Pulau Matutuang.

Misi kemanusiaan ini merupakan wujud nyata sinergi antara Pemerintah Provinsi Sulawesi Utara, TNI, Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD), dan elemen masyarakat dalam mendukung pemulihan pasca-bencana.

Bantuan yang dibawa oleh KRI Selar-879 mencakup kebutuhan pokok seperti beras, air bersih, obat-obatan, serta material darurat untuk perbaikan hunian sementara.

Kehadiran kapal perang negara di perairan terpencil tersebut disambut haru oleh warga. Bagi masyarakat di pulau-pulau kecil tersebut, akses logistik sering kali terhambat akibat kerusakan infrastruktur pelabuhan dan kondisi cuaca pasca-gempa. 

Dengan cepatnya respons pemerintah dan TNI AL, diharapkan beban psikologis dan material yang dialami masyarakat dapat segera berkurang sambil menunggu pemulihan infrastruktur permanen.

Komandan Satuan Kapal Patroli (Dansatrol) Kodaeral VIII, Kolonel Laut (P) Marvill Marfel Frits E.D., S.E., M.Tr.Hanla., CHRMP, yang memimpin langsung koordinasi operasi ini, memberikan apresiasi tinggi kepada seluruh prajurit KRI Selar-879.

“Saya mengapresiasi kerja keras dan dedikasi para prajurit KRI Selar-879 yang tidak kenal lelah menyalurkan bantuan hingga ke pelosok desa. 
Ini adalah bukti bahwa TNI AL hadir bukan hanya sebagai alat pertahanan negara, tetapi juga sebagai pelindung dan pengayom rakyat di saat-saat sulit,” ujar Kolonel Laut Marvill Marfel.

Ia berharap, bantuan ini dapat menjadi stimulan bagi perekonomian lokal yang sempat lumpuh pasca-gempa, serta mengembalikan rasa aman dan nyaman bagi warga terdampak. 

“Harapan kami, masyarakat tetap semangat bangkit. Kami akan terus memantau dan siap memberikan bantuan lanjutan sesuai kebutuhan di lapangan,” tambahnya.


Salah satu tokoh masyarakat di Pulau Kawio, Iskandar, mewakili ratusan warga lainnya, menyampaikan ucapan terima kasih yang mendalam atas kepedulian TNI AL. Menurutnya, kehadiran KRI Selar-879 membawa harapan baru di tengah keterbatasan akses.

“Kami sangat mengapresiasi dan mengucapkan terima kasih sebesar-besarnya kepada TNI AL, khususnya awak KRI Selar-879. Di saat jalan rusak dan kapal sipil sulit berlayar, kapal perang negara justru datang membawa sembako dan obat-obatan. Ini bukti nyata bahwa negara tidak pernah lupa pada warganya di daerah terpencil,” kata Iskandar dengan suara bergetar.
Iskandar juga menyampaikan harapan agar bantuan tidak berhenti pada distribusi logistik saja, tetapi juga diikuti dengan percepatan perbaikan fasilitas umum seperti dermaga dan jaringan listrik. 

“Harapan kami, selain bantuan makanan, kami juga butuh bantuan teknis untuk memperbaiki rumah-rumah yang retak. Kehadiran TNI hari ini sudah sangat melegakan hati kami,” pungkasnya.

Pemerintah Provinsi Sulawesi Utara melalui BPBD menyatakan akan terus berkoordinasi dengan TNI AL untuk memastikan distribusi bantuan berjalan merata hingga ke titik-titik paling terisolir di Kepulauan Sangihe dan Talaud. Status tanggap darurat bencana masih berlaku untuk mempercepat proses rehabilitasi dan rekonstruksi di wilayah tersebut.
Baca Juga

PILIHAN EDITOR

Lebih baru Lebih lama

Formulir Kontak

Iklan