Iklan
SCROLL TO CONTINUE
Mode Gelap
Breaking News Memuat berita...
Iklan

Lewat Inovasi "Petani Sehat", Kota Bitung Panen Jagung Produktif Hemat Pupuk Hingga 50 Persen

Jurnal Rakyat Indonesia, Bitung :Kota Bitung kembali menorehkan prestasi membanggakan dalam sektor pertanian. Di tengah gema program prioritas pemerintahan Presiden Republik Indonesia, Walikota Bitung, Hengky Honandar, S.E., secara langsung memimpin kegiatan Panen Raya Tanaman Jagung milik Kelompok Tani Sehati di Perkebunan Kelurahan Tanjung Merah, Kecamatan Matuari, pada Selasa (09/06/2026).

Acara yang mengusung tema “Maju Terus Pertanian Indonesia, Tanah Adalah Ibu, Petani Adalah Penjaganya” ini dihadiri oleh sekitar 60 orang, termasuk jajaran Forkopimda Kota Bitung, instansi terkait, dan perwakilan masyarakat. Kehadiran Kapolres Bitung AKBP Albert Zai, S.I.K., M.H., serta perwakilan TNI dari Kodam XIII/Merdeka dan Koarmada RI menegaskan komitmen penuh elemen pertahanan dan keamanan dalam mendukung ketahanan pangan nasional

Dalam sambutannya, Walikota Hengky Honandar menyatakan bahwa keberhasilan panen jagung dengan produktivitas mencapai 8 ton per hektare merupakan wujud nyata dukungan terhadap Program Asta Cita Presiden RI. Capaian ini dinilai signifikan dalam memperkuat ketahanan pangan nasional sekaligus meningkatkan kesejahteraan petani lokal.

“Hari ini kita bersyukur atas berkat Tuhan. Hasil panen 8 ton per hektare ini sangat membanggakan dan sejalan dengan visi Presiden untuk memperkuat ketahanan nasional. Ini bukti bahwa kolaborasi antara pemerintah, petani, dan penyuluh dapat menghadirkan inovasi nyata,” ujar Hengky.

Ia berharap model keberhasilan di Bitung ini dapat direplikasi di daerah lain di Indonesia sebagai contoh konkret implementasi kebijakan pertanian yang berorientasi pada hasil dan keberlanjutan.
Inovasi "Petani Sehat": Hemat Pupuk 50%

Kadis Ketahanan Pangan dan Pertanian Kota Bitung, Steven J D Prok, S.H., menjelaskan bahwa kesuksesan panen ini tidak lepas dari kemitraan strategis antara pemilik lahan, Bapak Wolter, dengan para petani melalui program unggulan "Petani Sehat". Program ini fokus pada penggunaan bibit jagung unggul yang adaptif terhadap kondisi tanah di Sulawesi Utara.

Sementara itu, Wolter, selaku pemilik lahan dan penggerak inovasi, membeberkan rahasia di balik tingginya produktivitas tersebut. Ia menerapkan terobosan agronomi berupa penggunaan bahan penyubur tanah organik dan nutrisi anti-stres tanaman.
“Kami menargetkan produksi 8 ton per hektare dengan menekan biaya produksi. Melalui inovasi ini, kebutuhan pupuk kimia bisa dikurangi hingga 50 persen. Nutrisi anti-stres juga menjaga tanaman tetap tumbuh optimal meski menghadapi perubahan cuaca,” ungkap Wolter.

Wolter menambahkan bahwa ke depan, transformasi budidaya jagung yang lebih produktif dan berkelanjutan akan terus disosialisasikan melalui pertemuan rutin di setiap kecamatan, melibatkan seluruh lapisan masyarakat.

Sinergitas Forkopimda yang Solid

Kehadiran unsur TNI-Polri dalam acara panen raya ini menunjukkan keseriusan aparat dalam mengawal stabilitas pangan. Hadir dalam kegiatan tersebut antara lain:

Polri: AKBP Albert Zai (Kapolres Bitung), AKP Shirly B.D. Mangelep (Kabag SDM), AKP Heru Purwadi (Kabag Log), AKP Ferry Padama (Kabag Ren), dan AKP Feriantina Dwi Arahmayani (Kapolsek Matuari).

TNI: Lettu Mar Nurkhozin (Mewakili Dansathantai Kodaeral VIII), Lettu Laut (P) Devi A.M. (Mewakili Danstrol Kodaeral VIII), dan Lettu Inf Edyzon Kasenda (Danramil 1310-01 Bitung/Dandim 1310 Bitung).

Instansi Lain: Sukma, SH (Mewakili Kejari Bitung), Fonda Femmy Orah (Camat Matuari), Bartje Ticoalu (Lurah Tanjung Merah), serta para penyuluh pertanian dan siswa SMP 18 Bitung.

Keberhasilan panen jagung di Kelurahan Tanjung Merah ini menjadi sinyal positif bagi Kota Bitung untuk terus mengembangkan potensi pertanian sebagai salah satu penopang ekonomi daerah, sekaligus berkontribusi aktif dalam agenda swasembada pangan nasional di bawah kepemimpinan Presiden RI.
Baca Juga

PILIHAN EDITOR

Lebih baru Lebih lama

Formulir Kontak

Iklan