Jurnal Rakyat Indonesia, Sulut |
Dalam upaya antisipatif mencegah dampak bencana akibat fenomena El Nino yang berpotensi memicu kekeringan dan kebakaran hutan, Pemerintah Provinsi Sulawesi Utara bersama Kepolisian Daerah Sulut dan Kodam XIII/Merdeka menggelar Apel Gabungan Tanggap Bencana.
Acara strategis ini dipimpin langsung oleh Gubernur Sulawesi Utara, didampingi Kapolda Sulut dan Pangdam XIII/Merdeka, sebagai simbol persatuan komando dalam melindungi warga dari ancaman krisis iklim.
Kegiatan apel di selenggarakan bertempat di Mapolda Sulut, tepatnya di Jalan Bathesda No.62, Sario, Kec. Sario, Kota Manado, Selasa 04 Juli 2026 Pukul. 08.00 Wita.
Di tengah terik matahari yang menjadi pengingat nyata akan kondisi cuaca ekstrem, barisan personel terlihat rapi dan disiplin.
Sorotan khusus tertuju pada jajaran Direktorat Polisi Perairan dan Udara (Ditpolairud) Polda Sulut. Dengan mengenakan seragam PDL (Pakaian Dinas Lapangan) yang gagah dan baret biru khas satuan udara-air, mereka tampil tampan, profesional, dan siap tempur.
Kehadiran mereka bukan hanya sebagai unsur keamanan, tetapi juga sebagai kekuatan utama dalam operasi pemadaman kebakaran lahan dan pencarian penyelamatan di wilayah perairan maupun darat yang terdampak kekeringan.
Gubernur Sulawesi Utara, bersama Kapolda dan Pangdam, secara langsung memeriksa kesiapan seluruh anggota apel serta peralatan tanggap bencana yang telah disiagakan. Mulai dari kendaraan operasional, alat pemadam api ringan hingga berat, hingga perlengkapan medis darurat, semuanya diperiksa dengan teliti untuk memastikan fungsionalitas maksimal saat dibutuhkan di lapangan.
Dalam sambutannya, Gubernur Sulawesi Utara Yulius Selvanus menekankan bahwa fenomena El Nino bukan sekadar perubahan cuaca biasa, melainkan ujian ketahanan daerah yang memerlukan respons cepat, terukur, dan terkoordinasi. Ia mengajak seluruh elemen masyarakat untuk tidak panik, tetapi tetap waspada dan proaktif.
“El Nino adalah tantangan nyata bagi kita semua. Namun, dengan kesiapan yang matang dan sinergi yang kuat antara TNI, Polri, dan Pemerintah Daerah, kita bisa meminimalisir dampaknya. Saya menghimbau kepada masyarakat untuk bijak menggunakan air, tidak membuka lahan dengan cara dibakar, dan segera melaporkan jika melihat tanda-tanda awal kebakaran atau kekeringan parah,” ujar Gubernur.
Ia berharap agar apel gabungan ini bukan hanya seremonial, tetapi menjadi momentum peningkatan kewaspadaan kolektif. “jangan tunggu bencana datang baru kita bergerak. Mari jaga lingkungan kita, jaga sumber air, dan saling mengingatkan antarwarga. Keamanan dan kenyamanan Sulawesi Utara adalah tanggung jawab kita bersama,” pungkasnya.
Terpisah, Direktur Polairud Polda Sulut, Kombes Pol. Bayuaji Yudha Prajas, S.H., M.H., mengatakan bahwa, Saya bangga melihat penampilan anggota Poliarud yang tidak hanya menarik secara visual, tetapi juga mencerminkan kesiapan mental dan fisik dalam menghadapi tugas mulia.
“Saya mengucapkan terima kasih dan apresiasi untuk seluruh Ditpolairud Polda Sulut. Penampilan kalian hari ini dengan baret biru dan seragam PDL adalah cerminan kebanggaan korps. Kalian adalah garda terdepan yang siap diterjunkan ke titik-titik kritis, baik di laut maupun di darat,” ujar Dirpolairud Polda Sulut
Ia menambahkan harapannya agar kesiapan ini terus dipertahankan dan ditingkatkan. “Oleh karena itu gunakan pengetahuan dan keterampilan yang dimiliki untuk membantu masyarakat yang terdampak. Jadilah polisi yang dekat dengan rakyat, sigap dalam tindakan, dan lembut dalam pelayanan. Bersama TNI dan Pemda, kita pastikan Sulawesi Utara aman dari ancaman El Nino,” pungkas Kombes Pol Bayuaji Yudha Prajas, S.H., M.H.