Jajaran Kepolisian Daerah Sulawesi Utara, dipimpin langsung oleh Wakapolda Sulut bersama Pejabat Utama (PJU), menggelar Nonton Bareng (Nobar) Malam Puncak Penganugerahan Hoegeng Awards Tahun 2026 ke-5.
Kegiatan ini juga diikuti secara virtual oleh jajaran Polres dan Polresta se-Sulawesi Utara melalui platform Zoom, sebagai wujud penghormatan kolektif terhadap sosok legendaris Jenderal Polisi Hoegeng Imam Santoso yang dikenal berdedikasi tinggi, berwibawa, dan tak kenal kompromi dalam menegakkan hukum.
Suasana khidmat dan penuh renungan menyelimuti Ruang Tribrata Polda Sulawesi Utara pada Jumat malam (31/07/2026).
Acara nobar yang dipandu langsung oleh Kapolri Jenderal Pol Listyo Sigit Prabowo ini bukan sekadar tontonan seremonial, melainkan sarana revitalisasi semangat reformasi internal Polri.
Di tengah tantangan penegakan hukum era digital, kehadiran kembali narasi tentang kejujuran, keberanian moral, dan pelayanan tanpa diskriminasi ala Jenderal Hoegeng menjadi oase penyegaran jiwa korpri.
Terlihat jelas antusiasme para personel, termasuk Direktur Polairud Polda Sulut Kombes Pol Bayuaji Yudha Prajas, yang mendampingi pimpinan daerah untuk menyerap setiap pesan inspiratif dari penganugerahan tersebut.
Dalam sambutannya, Kapolri Jenderal Pol Listyo Sigit Prabowo menyampaikan ucapan terima kasih dan apresiasi setinggi-tingginya kepada seluruh jajaran Kepolisian Republik Indonesia di seluruh tanah air.
Ia menekankan bahwa Hoegeng Awards bukan hanya penghargaan bagi individu berprestasi, tetapi juga pengingat konstan bahwa fondasi kepercayaan publik terletak pada integritas setiap anggotanya.
“Saya mengucapkan terima kasih dan apresiasi untuk jajaran Kepolisian Republik Indonesia se-Indonesia yang telah menjaga marwah institusi.
Semoga acara ini menjadi momentum untuk terus menghidupkan nilai-nilai Jenderal Hoegeng: jujur, berani, dan selalu memihak kebenaran,” ujar Kapolri dengan nada tegas namun penuh harap.
Ia berharap agar semangat yang ditunjukkan para penerima penghargaan dapat menular ke seluruh satuan kerja, sehingga penegakan hukum tidak lagi dipandang sebagai alat kekuasaan, melainkan sebagai bentuk pengabdian tulus kepada masyarakat kecil.
Terpisah, Dirpolairud Polda Sulut Kombes Pol Bayuaji Yudha Prajas mengungkapkan kesan mendalamnya usai mengikuti nobar. Bagi beliau, sosok Jenderal Hoegeng adalah kompas moral yang harus selalu dijadikan rujukan dalam mengambil keputusan operasional maupun administratif.
“Harapan saya, nilai-nilai yang diusung Hoegeng Awards tidak berhenti di ruang Tribrata atau layar Zoom saja. Mari kita bawa pulang ke meja kerja, ke lapangan, dan ke interaksi sehari-hari dengan warga. Jadikan kejujuran dan empati sebagai DNA setiap tindakan kepolisian,” pungkasnya dengan nada optimis.
Bagi Kombes Pol Bayuaji, keteladanan Hoegeng sangat relevan dengan tugas Polairud yang bersentuhan langsung dengan nelayan dan masyarakat pesisir—kelompok yang paling membutuhkan perlindungan tanpa syarat.
Malam puncak Hoegeng Awards 2026 ini mengirimkan sinyal kuat bahwa Polri sedang berusaha keras merekatkan kembali ikatan emosional dengan rakyat melalui penelusuran akar sejarah kepemimpinannya sendiri. Ketika ribuan polisi menonton bersama kisah-kisah heroik masa lalu, itu adalah tanda bahwa mereka ingin belajar, bukan sekadar mengenang.
Bagi generasi muda Polri, Jenderal Hoegeng adalah bukti bahwa menjadi polisi hebat tidak memerlukan korupsi atau kolusi. Dan bagi masyarakat, kegiatan seperti ini adalah jaminan bahwa institusi penegak hukum masih memiliki hati nurani yang hidup dan terus diasah.